Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label esai

Nyawa dan Nyala Lampu

Negeri yang malang. Orang-orang nya hidup diantara air mata yang tak jernih lagi. Darahnya bisa kapanpun menetes. Tak ada pekerjaan yang menyejahterakan mereka lagi. Hijau dan lebat ladang, sawah serta hutan sekarang menjadi lubang-lubang genangan. Mesin-mesin liar, pembunuh rakyat kecil datang berbondong-bondong merusak tatanan alam. Ini sebuah petaka bagi mayoritas orang. Pembunuhan yang dilakukan sama sekali tidak terlihat kejam. Sama sekali tidak! Ini adalah sebuah cerita tentang penderitaan dibalik eksploitasi alam di negeri yang indah ini. Apakah ini embun pagi yang segar? Bukan! Bukan lagi. Ini adalah asap pabrik yang berbahaya. Paru-paru manusia tak sanggup mengonsumsinya. Orang-orang atas, pemilik saham, investor, dan lainnya bukanlah orang yang merasakan dampak mengerikan dari berjalannya eksploitasi alam. Yang merasakan dampak buruk adalah orang-orang yang tinggal tidak jauh dari pabrik itu. Berton-ton batu bara dieksploitasi hingga rakyat kecil digusur. Saluran ir...

Kebodohan adalah titik awal

Saya melihat seseorang yang aneh. Bagimu mungkin biasa saja. Ahh.. dia itu kayak gitu memang dari sananya. Dia jadi luar biasa juga sudah rejekinya. Apakah tidak ada pernyataan yang lebih asik untuk jadi alasan untuk pasang telinga. Dia duduk sembari memegang keningnya. Meskipun secangkir kopi didepannya sudah siap diminum, lantas kenapa dia biarkan begitu saja. Ternyata dia berfikir tentang kesulitannya dalam kesehariaanya. Merasa bodoh dalam hidupnya karena beberapa hal tidak mampu diselesaikan dengan baik. Lagi-lagi dia mengelus-elus keningnya. Entah kenapa, waktu itu, angin cukup kencang menampar pipinya. Sampai-sampai otak panasnya perlahan mulai menjadi dingin. Apakah itu saat yang tepat untuk minum kopi? Aku takut kopi ku jadi dingin. Mulailah dia menyeruput kopinya, hmmmm.. tidak seperti yang dia harapkan. Ternyata tidak seenak yang diharapkan. Dia mulai merasa rindu berkumpul dengan teman-temannya di negeri asalnya. Kopi lokal yang katanya mampu men...

Tuhan Maha Stand-by

Sedikit cerita tentang kejadian-kejadian ringan disekelilingku. Dalam narasi ringan ini, aku yakin ada berkas-berkas cahaya ditumpukan sampah kata-kata. Yang membawa kesadaran bahwa Tuhan menyertaimu. Keseharian manusia kadang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan sedikit masalah, ada pula yang hidup penuh masalah. Hmmmm.. hadapi saja semampunya. Ada yang santai menghadapi masalah, biarpun besar masalahnya. Ada yang stres hanya karena ketinggalan nonton live konsernya Blackpink. Heehh.. itu masalah remeh sekali. Awal perasaan yang kacau, apa itu? otakku berkata “itu khawatir”. Berfikir yang tidak-tidak membuatku malas bertindak dan berfikir sehat. Semua rasa yang ku rasakan tidak semuanya kuinginkan. Kenapa demikian, karena otak dan jiwa butuh vitamin untuk merasa apa-apa yang diinginkan. Lagi-lagi itu adalah nafsu. Mulai dari bangun tidur, semua terasa On. Waktunya melakukan rutinitas yang lama-lama membosankan juga. Fikiran juga menampung banyak beban hingga berca...

Dialog dengan Alam: Ocehan untuk makhluk kecil

Dunia punya banyak hal di dalamnya. Perbedaan antar makhluk sangat beragam. Sehingga, saat ku amati, gunung, laut, burung, lalat, apapun itu, mereka punya tirakatnya masing-masing. Sesekali membuat terngangah, ketidaktahuan jadi terjawab, karena dasarnya manusia punya logic yang butuh input yang pas. Makhluk kecil, mugkin ku sering menginjakmu. Tapi itu tidak dalam kesengajaan. Percayalah, kamu akan jadi makhluk yang kuat, hebat, tak terkalahkan. Dia malah diam saja, seolah tidak peduli soal masa nanti. Terus berjalan dan terus beraktifitas seperti tak punya telinga dan tak punya mulut. Kamu suka yang manis-manis, itu pun sama dengan ku. Berjalan kemanapun untuk memberi. Berjatuhan untuk menolong yang lain. Berbaris untuk menyapa kawan-kawanmu. Membawakan bikisan untuk pujaanmu. Kalian terlihat sama. Melihat makhluk-makhluk kecil ini, sangat cerdas! Entah siapa yang membuat sistem manajemen saperti ini. Semuanya begitu rapi, begitu seimbang, begitu akur, dan sejahtera...

Saya Merasa Terlaknat saat Ketemu Anjing

Akhir-akhir ini saya tinggal di suatu tempat yang tidak seperti biasanya. Saya tinggal di daerah yang banyak sekali makhluk yang bernama anjing. Bagi seorang muslim, pasti kita akan menjaga tubuh kita agar tidak terkena najisnya anjing. Hampir setiap saat saya selalu melihat anjing-anjing berkeliaran. Kadang-kadang, saya juga melihat anjing yang berkeliaran di kantin tempat saya biasa membeli makanan. Kadang-kadang juga, di sore hari, ketika kantin tutup, ada anjing yang tidur diatas meja kantin yang biasa buat makan. Tentu menjadi keharusan buat saya untuk menghindarinya. Namun suatu saat, saya pernah merasa kesal saat sedang makan di kantin. Waktu itu ada seekor anjing yang mendekat dan lewat. Jujur saya merasa jijik. Benar-benar jijik. Dalam hati saya berkata “ DASAR ANJING..!! , MAKAN JADI NGGAK ENAK..!!!”. Namun ketika saya renungkan, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, ada apa dengan diriku? Sebegitu sombongnya aku? Hingga menganggap deng...

ESAI: LOGIKA, FISIKA, DAN PENGURIPAN - Fahmi Bastian

Bahwa, penulis adalah manusia yang sedang belajar, sama seperti kalian yang terus-menerus melakukan pencarian pengetahuan dalam hiruk pikuk kehidupan. Tidak ada yang bisa memberi ilmu kecuali Tuhan dan mohon maaf jika ada yang kurang pas. Melihat keadaan zaman yang semakin instan, manusianya pun semakin malas dalam menjalani proses. Yaa.. proses apapun. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika melihat sebuah fenomena, orang-orang selalu terburu-buru membuat konklusi. Ketika membaca judul berita di koran, langsung saja menyimpulkan, padahal belum dibaca terkait esensi-esensi berita tersebut. Agar nggak muluk-muluk, saya ingin sedikit bercerita tentang obrolan renyah yang terjadi di warung kopi sebagai gambaran. Waktu itu, ada seorang mahasiswa yang lagi stres. Si Mbah penjaga warung bertanya "Le.. sampean stres mikir opo toh?" Lalu mahasiswa menjawab "Kulo stres mikir skripsi Mbah, susah banget sinau Matematika". "Matematika kui kan cuma tambah, kurang, ...

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! - Fahmi Bastian

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! Alangkah lucunya negeri ini. Kadang baru saja saya sadari. Ketika beberapakali bergesekan dengan pemikiran orang-orang intelek.Hmmm. Sering dibuat sadar dengan logika-logika konyol dan fakta-fakta menarik. Sering kali banyak hal-hal seputar pendidikan yang aneh di negeri ini. Anak sekolah SD disuruh paksa buat push-up, disuruh belajar privat, disuruh ini itu, biar apa? biar dapat nilai yang bagus dan bisa diterima di SMP FAVORIT. Sampai-sampai ada yang bela-belain pergi ke dukun minta suwuk dan jopomontro yang ampuh.  Tidak tahu kenapa begitu, saya pun juga merasakan nya kawan. Hmmmmm. Tidak peduli apapun yang penting bisa lulus dan bisa lanjut kejenjang selanjutnya. Iissshhhh.. Memangnya sebenarnya apa tujuan pendidikan SD di Indonesia. nggak tahu kan? mentok-mentok pasti ya searching di Google. Hmmm generasi sambat kuota. Yaa.. Lumayanlah kalau sudah mau searching . Apalagi kalau seka...

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! - Fahmi Bastian

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! Manusia diceritakan sebagai makhluk yang tidak sempurna, pasti memiliki kesalahan. Tapi dibahasan lain, manusia diceritakan sebagai makhluk yang sempurna yang diciptakan Tuhan. Hmmmm. Mungkin karena ilmuku belum sampai yang akhirnya bingung soal hal tersebut. Hmmmm Kenapa dibingungkan? Entahlah. Kadang ada juga sih ya kejadian yang jelek tapi impasnya malah bagus untuk kita. Hmmmm.. bahkan sebaliknya, kadang yang bagus-bagus malah bikin terlena. Bapak saya pernah bilang, bahkan sering. "Nak, jangan seperti bapak ya nak..." Saya mikir tuh, maksudnya gimana ini pak. Bapak ini orang yang baik lho ya, kok ... Ah bingung pak. "Sekolah yang pinter ya nak, jangan kayak bapakmu". Orangtua mana yang tidak pernah bilang seperti itu. Ya entahlah. Mungkin begitulah orangtua mendidik anaknya. Supaya anaknya menjadi lebih darinya, menjadi orang alim, berilmu, beruang, dan rajin menabung. Orangtua pasti rela berkorban demi ana...

ESAI: GURU, DIGUGU TAPI JANGAN DITIRU - S. Fahmi Bastian

GURU, DIGUGU TAPI JANGAN DITIRU Guru anu. Anu? Iya anu. Berawal dari hasrat ingin belajar. Hasrat ingin bertutur. Semangat daging yang bernyawa ini. Entah apa karena banyak realita yang sudah tidak sesuai yang dituturkan. Guru anu. Ingin menyampaikan teorinya. Menyampaikan hasil perenungannya. Entah ada referensi atau tidak. Hee... lah dalah. Merenung. Kopi lagi yang menjadi sumbernya. Mungkin karena guru anu adalah orang yang suka mencari pendapat dari sisi-sisi yang tidak terduga. Sering kali bertentangan. Untung ada kebiasaan ngopi yang membuat guru anu tidak grusa-grusu saat membuat gagasan. Ketika zaman mahasiswa guru anu memang kenal dekat dengan orang-orang yang tidak normal. Tidak normal dalam arti positif. Orang-orang yang dikenalnya sungguh beraneka ragam karakternya. Orang-orang yang dikenal itu pasti diposisikan sebagai guru oleh guru anu. Ada kenalannya yang bicaranya ceplas-ceplos tapi jujur. Enak didengarkan. Tapi jangan salah. Dia sering bercerita tentang pro...