Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label karya

Kebodohan adalah titik awal

Saya melihat seseorang yang aneh. Bagimu mungkin biasa saja. Ahh.. dia itu kayak gitu memang dari sananya. Dia jadi luar biasa juga sudah rejekinya. Apakah tidak ada pernyataan yang lebih asik untuk jadi alasan untuk pasang telinga. Dia duduk sembari memegang keningnya. Meskipun secangkir kopi didepannya sudah siap diminum, lantas kenapa dia biarkan begitu saja. Ternyata dia berfikir tentang kesulitannya dalam kesehariaanya. Merasa bodoh dalam hidupnya karena beberapa hal tidak mampu diselesaikan dengan baik. Lagi-lagi dia mengelus-elus keningnya. Entah kenapa, waktu itu, angin cukup kencang menampar pipinya. Sampai-sampai otak panasnya perlahan mulai menjadi dingin. Apakah itu saat yang tepat untuk minum kopi? Aku takut kopi ku jadi dingin. Mulailah dia menyeruput kopinya, hmmmm.. tidak seperti yang dia harapkan. Ternyata tidak seenak yang diharapkan. Dia mulai merasa rindu berkumpul dengan teman-temannya di negeri asalnya. Kopi lokal yang katanya mampu men...

Tuhan Maha Stand-by

Sedikit cerita tentang kejadian-kejadian ringan disekelilingku. Dalam narasi ringan ini, aku yakin ada berkas-berkas cahaya ditumpukan sampah kata-kata. Yang membawa kesadaran bahwa Tuhan menyertaimu. Keseharian manusia kadang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan sedikit masalah, ada pula yang hidup penuh masalah. Hmmmm.. hadapi saja semampunya. Ada yang santai menghadapi masalah, biarpun besar masalahnya. Ada yang stres hanya karena ketinggalan nonton live konsernya Blackpink. Heehh.. itu masalah remeh sekali. Awal perasaan yang kacau, apa itu? otakku berkata “itu khawatir”. Berfikir yang tidak-tidak membuatku malas bertindak dan berfikir sehat. Semua rasa yang ku rasakan tidak semuanya kuinginkan. Kenapa demikian, karena otak dan jiwa butuh vitamin untuk merasa apa-apa yang diinginkan. Lagi-lagi itu adalah nafsu. Mulai dari bangun tidur, semua terasa On. Waktunya melakukan rutinitas yang lama-lama membosankan juga. Fikiran juga menampung banyak beban hingga berca...

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! - Fahmi Bastian

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! Alangkah lucunya negeri ini. Kadang baru saja saya sadari. Ketika beberapakali bergesekan dengan pemikiran orang-orang intelek.Hmmm. Sering dibuat sadar dengan logika-logika konyol dan fakta-fakta menarik. Sering kali banyak hal-hal seputar pendidikan yang aneh di negeri ini. Anak sekolah SD disuruh paksa buat push-up, disuruh belajar privat, disuruh ini itu, biar apa? biar dapat nilai yang bagus dan bisa diterima di SMP FAVORIT. Sampai-sampai ada yang bela-belain pergi ke dukun minta suwuk dan jopomontro yang ampuh.  Tidak tahu kenapa begitu, saya pun juga merasakan nya kawan. Hmmmmm. Tidak peduli apapun yang penting bisa lulus dan bisa lanjut kejenjang selanjutnya. Iissshhhh.. Memangnya sebenarnya apa tujuan pendidikan SD di Indonesia. nggak tahu kan? mentok-mentok pasti ya searching di Google. Hmmm generasi sambat kuota. Yaa.. Lumayanlah kalau sudah mau searching . Apalagi kalau seka...

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! - Fahmi Bastian

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! Manusia diceritakan sebagai makhluk yang tidak sempurna, pasti memiliki kesalahan. Tapi dibahasan lain, manusia diceritakan sebagai makhluk yang sempurna yang diciptakan Tuhan. Hmmmm. Mungkin karena ilmuku belum sampai yang akhirnya bingung soal hal tersebut. Hmmmm Kenapa dibingungkan? Entahlah. Kadang ada juga sih ya kejadian yang jelek tapi impasnya malah bagus untuk kita. Hmmmm.. bahkan sebaliknya, kadang yang bagus-bagus malah bikin terlena. Bapak saya pernah bilang, bahkan sering. "Nak, jangan seperti bapak ya nak..." Saya mikir tuh, maksudnya gimana ini pak. Bapak ini orang yang baik lho ya, kok ... Ah bingung pak. "Sekolah yang pinter ya nak, jangan kayak bapakmu". Orangtua mana yang tidak pernah bilang seperti itu. Ya entahlah. Mungkin begitulah orangtua mendidik anaknya. Supaya anaknya menjadi lebih darinya, menjadi orang alim, berilmu, beruang, dan rajin menabung. Orangtua pasti rela berkorban demi ana...

PUISI: Mbok ya Anu (S.fahmi bastian)

Mbok ya Anu Manusia manusia... jadi manusia itu mbok ya yang anu gitu lho jika ada anu mbok ya di anu cobalah... lihat lah sia anu itu selalu anu kepada mereka yang anu sangat anu... anu yang membutuhkan malah di anukan anu yang harusnya dianukan malah dilakukan dasar manusia... hanya karena anu kalian rela menganukan yang bukan anu kalian hah... mungkin ini sudah anu nya                                                                              Yogyakarta, 11 April 2018                                          S. Fami Bastian