Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sastra

Kebodohan adalah titik awal

Saya melihat seseorang yang aneh. Bagimu mungkin biasa saja. Ahh.. dia itu kayak gitu memang dari sananya. Dia jadi luar biasa juga sudah rejekinya. Apakah tidak ada pernyataan yang lebih asik untuk jadi alasan untuk pasang telinga. Dia duduk sembari memegang keningnya. Meskipun secangkir kopi didepannya sudah siap diminum, lantas kenapa dia biarkan begitu saja. Ternyata dia berfikir tentang kesulitannya dalam kesehariaanya. Merasa bodoh dalam hidupnya karena beberapa hal tidak mampu diselesaikan dengan baik. Lagi-lagi dia mengelus-elus keningnya. Entah kenapa, waktu itu, angin cukup kencang menampar pipinya. Sampai-sampai otak panasnya perlahan mulai menjadi dingin. Apakah itu saat yang tepat untuk minum kopi? Aku takut kopi ku jadi dingin. Mulailah dia menyeruput kopinya, hmmmm.. tidak seperti yang dia harapkan. Ternyata tidak seenak yang diharapkan. Dia mulai merasa rindu berkumpul dengan teman-temannya di negeri asalnya. Kopi lokal yang katanya mampu men...

Dialog dengan Alam: Ocehan untuk makhluk kecil

Dunia punya banyak hal di dalamnya. Perbedaan antar makhluk sangat beragam. Sehingga, saat ku amati, gunung, laut, burung, lalat, apapun itu, mereka punya tirakatnya masing-masing. Sesekali membuat terngangah, ketidaktahuan jadi terjawab, karena dasarnya manusia punya logic yang butuh input yang pas. Makhluk kecil, mugkin ku sering menginjakmu. Tapi itu tidak dalam kesengajaan. Percayalah, kamu akan jadi makhluk yang kuat, hebat, tak terkalahkan. Dia malah diam saja, seolah tidak peduli soal masa nanti. Terus berjalan dan terus beraktifitas seperti tak punya telinga dan tak punya mulut. Kamu suka yang manis-manis, itu pun sama dengan ku. Berjalan kemanapun untuk memberi. Berjatuhan untuk menolong yang lain. Berbaris untuk menyapa kawan-kawanmu. Membawakan bikisan untuk pujaanmu. Kalian terlihat sama. Melihat makhluk-makhluk kecil ini, sangat cerdas! Entah siapa yang membuat sistem manajemen saperti ini. Semuanya begitu rapi, begitu seimbang, begitu akur, dan sejahtera...

Saya Merasa Terlaknat saat Ketemu Anjing

Akhir-akhir ini saya tinggal di suatu tempat yang tidak seperti biasanya. Saya tinggal di daerah yang banyak sekali makhluk yang bernama anjing. Bagi seorang muslim, pasti kita akan menjaga tubuh kita agar tidak terkena najisnya anjing. Hampir setiap saat saya selalu melihat anjing-anjing berkeliaran. Kadang-kadang, saya juga melihat anjing yang berkeliaran di kantin tempat saya biasa membeli makanan. Kadang-kadang juga, di sore hari, ketika kantin tutup, ada anjing yang tidur diatas meja kantin yang biasa buat makan. Tentu menjadi keharusan buat saya untuk menghindarinya. Namun suatu saat, saya pernah merasa kesal saat sedang makan di kantin. Waktu itu ada seekor anjing yang mendekat dan lewat. Jujur saya merasa jijik. Benar-benar jijik. Dalam hati saya berkata “ DASAR ANJING..!! , MAKAN JADI NGGAK ENAK..!!!”. Namun ketika saya renungkan, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, ada apa dengan diriku? Sebegitu sombongnya aku? Hingga menganggap deng...

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! - Fahmi Bastian

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! Alangkah lucunya negeri ini. Kadang baru saja saya sadari. Ketika beberapakali bergesekan dengan pemikiran orang-orang intelek.Hmmm. Sering dibuat sadar dengan logika-logika konyol dan fakta-fakta menarik. Sering kali banyak hal-hal seputar pendidikan yang aneh di negeri ini. Anak sekolah SD disuruh paksa buat push-up, disuruh belajar privat, disuruh ini itu, biar apa? biar dapat nilai yang bagus dan bisa diterima di SMP FAVORIT. Sampai-sampai ada yang bela-belain pergi ke dukun minta suwuk dan jopomontro yang ampuh.  Tidak tahu kenapa begitu, saya pun juga merasakan nya kawan. Hmmmmm. Tidak peduli apapun yang penting bisa lulus dan bisa lanjut kejenjang selanjutnya. Iissshhhh.. Memangnya sebenarnya apa tujuan pendidikan SD di Indonesia. nggak tahu kan? mentok-mentok pasti ya searching di Google. Hmmm generasi sambat kuota. Yaa.. Lumayanlah kalau sudah mau searching . Apalagi kalau seka...

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! - Fahmi Bastian

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! Manusia diceritakan sebagai makhluk yang tidak sempurna, pasti memiliki kesalahan. Tapi dibahasan lain, manusia diceritakan sebagai makhluk yang sempurna yang diciptakan Tuhan. Hmmmm. Mungkin karena ilmuku belum sampai yang akhirnya bingung soal hal tersebut. Hmmmm Kenapa dibingungkan? Entahlah. Kadang ada juga sih ya kejadian yang jelek tapi impasnya malah bagus untuk kita. Hmmmm.. bahkan sebaliknya, kadang yang bagus-bagus malah bikin terlena. Bapak saya pernah bilang, bahkan sering. "Nak, jangan seperti bapak ya nak..." Saya mikir tuh, maksudnya gimana ini pak. Bapak ini orang yang baik lho ya, kok ... Ah bingung pak. "Sekolah yang pinter ya nak, jangan kayak bapakmu". Orangtua mana yang tidak pernah bilang seperti itu. Ya entahlah. Mungkin begitulah orangtua mendidik anaknya. Supaya anaknya menjadi lebih darinya, menjadi orang alim, berilmu, beruang, dan rajin menabung. Orangtua pasti rela berkorban demi ana...

PUISI: Mbok ya Anu (S.fahmi bastian)

Mbok ya Anu Manusia manusia... jadi manusia itu mbok ya yang anu gitu lho jika ada anu mbok ya di anu cobalah... lihat lah sia anu itu selalu anu kepada mereka yang anu sangat anu... anu yang membutuhkan malah di anukan anu yang harusnya dianukan malah dilakukan dasar manusia... hanya karena anu kalian rela menganukan yang bukan anu kalian hah... mungkin ini sudah anu nya                                                                              Yogyakarta, 11 April 2018                                          S. Fami Bastian