Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Saya Merasa Terlaknat saat Ketemu Anjing

Akhir-akhir ini saya tinggal di suatu tempat yang tidak seperti biasanya. Saya tinggal di daerah yang banyak sekali makhluk yang bernama anjing. Bagi seorang muslim, pasti kita akan menjaga tubuh kita agar tidak terkena najisnya anjing. Hampir setiap saat saya selalu melihat anjing-anjing berkeliaran. Kadang-kadang, saya juga melihat anjing yang berkeliaran di kantin tempat saya biasa membeli makanan. Kadang-kadang juga, di sore hari, ketika kantin tutup, ada anjing yang tidur diatas meja kantin yang biasa buat makan. Tentu menjadi keharusan buat saya untuk menghindarinya. Namun suatu saat, saya pernah merasa kesal saat sedang makan di kantin. Waktu itu ada seekor anjing yang mendekat dan lewat. Jujur saya merasa jijik. Benar-benar jijik. Dalam hati saya berkata “ DASAR ANJING..!! , MAKAN JADI NGGAK ENAK..!!!”. Namun ketika saya renungkan, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, ada apa dengan diriku? Sebegitu sombongnya aku? Hingga menganggap deng...

ESAI: LOGIKA, FISIKA, DAN PENGURIPAN - Fahmi Bastian

Bahwa, penulis adalah manusia yang sedang belajar, sama seperti kalian yang terus-menerus melakukan pencarian pengetahuan dalam hiruk pikuk kehidupan. Tidak ada yang bisa memberi ilmu kecuali Tuhan dan mohon maaf jika ada yang kurang pas. Melihat keadaan zaman yang semakin instan, manusianya pun semakin malas dalam menjalani proses. Yaa.. proses apapun. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika melihat sebuah fenomena, orang-orang selalu terburu-buru membuat konklusi. Ketika membaca judul berita di koran, langsung saja menyimpulkan, padahal belum dibaca terkait esensi-esensi berita tersebut. Agar nggak muluk-muluk, saya ingin sedikit bercerita tentang obrolan renyah yang terjadi di warung kopi sebagai gambaran. Waktu itu, ada seorang mahasiswa yang lagi stres. Si Mbah penjaga warung bertanya "Le.. sampean stres mikir opo toh?" Lalu mahasiswa menjawab "Kulo stres mikir skripsi Mbah, susah banget sinau Matematika". "Matematika kui kan cuma tambah, kurang, ...

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! - Fahmi Bastian

TUJUAN ANAK SEKOLAH SD ADALAH BIAR BISA DITERIMA DI SMP, KOK GITU, GANTI...! Alangkah lucunya negeri ini. Kadang baru saja saya sadari. Ketika beberapakali bergesekan dengan pemikiran orang-orang intelek.Hmmm. Sering dibuat sadar dengan logika-logika konyol dan fakta-fakta menarik. Sering kali banyak hal-hal seputar pendidikan yang aneh di negeri ini. Anak sekolah SD disuruh paksa buat push-up, disuruh belajar privat, disuruh ini itu, biar apa? biar dapat nilai yang bagus dan bisa diterima di SMP FAVORIT. Sampai-sampai ada yang bela-belain pergi ke dukun minta suwuk dan jopomontro yang ampuh.  Tidak tahu kenapa begitu, saya pun juga merasakan nya kawan. Hmmmmm. Tidak peduli apapun yang penting bisa lulus dan bisa lanjut kejenjang selanjutnya. Iissshhhh.. Memangnya sebenarnya apa tujuan pendidikan SD di Indonesia. nggak tahu kan? mentok-mentok pasti ya searching di Google. Hmmm generasi sambat kuota. Yaa.. Lumayanlah kalau sudah mau searching . Apalagi kalau seka...

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! - Fahmi Bastian

KATA BAPAK SAYA, NAK JANGAN SEPERTI BAPAK! Manusia diceritakan sebagai makhluk yang tidak sempurna, pasti memiliki kesalahan. Tapi dibahasan lain, manusia diceritakan sebagai makhluk yang sempurna yang diciptakan Tuhan. Hmmmm. Mungkin karena ilmuku belum sampai yang akhirnya bingung soal hal tersebut. Hmmmm Kenapa dibingungkan? Entahlah. Kadang ada juga sih ya kejadian yang jelek tapi impasnya malah bagus untuk kita. Hmmmm.. bahkan sebaliknya, kadang yang bagus-bagus malah bikin terlena. Bapak saya pernah bilang, bahkan sering. "Nak, jangan seperti bapak ya nak..." Saya mikir tuh, maksudnya gimana ini pak. Bapak ini orang yang baik lho ya, kok ... Ah bingung pak. "Sekolah yang pinter ya nak, jangan kayak bapakmu". Orangtua mana yang tidak pernah bilang seperti itu. Ya entahlah. Mungkin begitulah orangtua mendidik anaknya. Supaya anaknya menjadi lebih darinya, menjadi orang alim, berilmu, beruang, dan rajin menabung. Orangtua pasti rela berkorban demi ana...

ESAI: GURU, DIGUGU TAPI JANGAN DITIRU - S. Fahmi Bastian

GURU, DIGUGU TAPI JANGAN DITIRU Guru anu. Anu? Iya anu. Berawal dari hasrat ingin belajar. Hasrat ingin bertutur. Semangat daging yang bernyawa ini. Entah apa karena banyak realita yang sudah tidak sesuai yang dituturkan. Guru anu. Ingin menyampaikan teorinya. Menyampaikan hasil perenungannya. Entah ada referensi atau tidak. Hee... lah dalah. Merenung. Kopi lagi yang menjadi sumbernya. Mungkin karena guru anu adalah orang yang suka mencari pendapat dari sisi-sisi yang tidak terduga. Sering kali bertentangan. Untung ada kebiasaan ngopi yang membuat guru anu tidak grusa-grusu saat membuat gagasan. Ketika zaman mahasiswa guru anu memang kenal dekat dengan orang-orang yang tidak normal. Tidak normal dalam arti positif. Orang-orang yang dikenalnya sungguh beraneka ragam karakternya. Orang-orang yang dikenal itu pasti diposisikan sebagai guru oleh guru anu. Ada kenalannya yang bicaranya ceplas-ceplos tapi jujur. Enak didengarkan. Tapi jangan salah. Dia sering bercerita tentang pro...

ESAI: ANNAS, PENDIDIKAN, DAN INDONESIA - S. Fahmi Bastian

ANNAS, PENDIDIKAN, DAN INDONESIA Melihat semakin hari semakin seram berita terkait pendidikan di indonesia. Berita-berita tentang pendidikan seperti berita-berita tentang kriminal. Anak-anak sekolah itu terlihat seram. Ooo Tuhan. Bukankah mereka adalah sosok yang seharusnya menggemaskan. Di warung-warung, di jalan-jalan, kata-kata biang risih telinga terdengar. Siapa itu? Ahh biasa anak sekolahan. Ribut-ribut, rame-rame, preman bukan sihh?? BUKAN! itu anak sekolahan. Ini saat-saat Indonesia ngelus dodo. Terdengar seperti masalah serius. Atau ini memang serius ? Bisa dipastikan dengan cara duduk sambil ngopi dan bertanya. Terus bertanyalah. Ini masalah serius nggak sihh? Dengan hening. Gelas kopimu menjawab “wussshhhh...“ Jiahahaahaha.. Dipikir-pikir. Apa yang salah. Apa yang belum dilakukan oleh pihak-pihak pendidikan. Pendidik ngapain saja. Anak sekolah ngapain saja. Ibu kantin ngapain saja. Kok ibu kantin juga di bahas sih??? Lho lho lho.. jangan pikir yang berperan da...