Langsung ke konten utama

Postingan

(PDF) Tes Diagnostik Miskonsepsi pada Materi Gas Ideal dan Teori Kinetik Gas dengan Menggunakan Instrumen Berbentuk Soal Pilihan Ganda Beralasan Terbuka

Tes Diagnostik Miskonsepsi p ada Materi Gas Ideal d an Teori Kinetik Gas d engan Menggunakan Instrumen Berbentuk Soal Pilihan Ganda Beralasan Terbuka Betavia Kusindrastuti 1 , Novi Ayu Lestari 2 , Rizka Triana 3 , Syafi’i Fahmi Bastian 4 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jl . Marsda Adisucipto, Telp. (0274) 519739, Fax. (0274) 540971 e-mail: betavia.kusindrastuti1906@gmail.com INTISARI - Konsepsi pembelajaran fisika masing-masing peserta didik berbeda. Peserta didik cenderung kesulitan dalam memahami konsep fisika karena adanya miskonsepsi. Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang telah diuji dan disepakati para pakar fisika. Miskonsepsi rawan terjadi dalam pembelajaran bila tidak diperhatikan oleh pendidik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi gas ideal dan teori kinetik gas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif di ma...

SUASANA SORE

Judul: Suasana Sore Tgl pembuatan: 10 oktober 2018 Deskripsi:  Lagu ini menggambarkan suasana sore hari yang melelahkan usai menjalani rutinitas. tidak ada sambutan dari orang sekitar, tidak ada suasana sejuk seperti di desa, intinya berusaha menikmati sore meskipun keadaan tak seperti yang kamu harapkan. Suasana Sore Menerpaku angin sore yang sedikit mendinginkan ku dari panasnya mentari hari ini kutemui ujung dari lelah dijalanan yang tak ada riuh suara angin kicau burung hanya ada udara yang terbakar kumenunggu senja tiba  ,elihat warna jingga di ramainya tempat ini tapi ku merasa sepi tak ada sapa antara kami orang kota yang kehilangan rasa saling peduli senyum ini langka bagi kami yang tak saling mengenal sendiri menikmati sore sendiri menikmati sore sendirimenikmati sore andaikan kau ada disini Fahmi Bastian

ESAI: LOGIKA, FISIKA, DAN PENGURIPAN - Fahmi Bastian

Bahwa, penulis adalah manusia yang sedang belajar, sama seperti kalian yang terus-menerus melakukan pencarian pengetahuan dalam hiruk pikuk kehidupan. Tidak ada yang bisa memberi ilmu kecuali Tuhan dan mohon maaf jika ada yang kurang pas. Melihat keadaan zaman yang semakin instan, manusianya pun semakin malas dalam menjalani proses. Yaa.. proses apapun. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika melihat sebuah fenomena, orang-orang selalu terburu-buru membuat konklusi. Ketika membaca judul berita di koran, langsung saja menyimpulkan, padahal belum dibaca terkait esensi-esensi berita tersebut. Agar nggak muluk-muluk, saya ingin sedikit bercerita tentang obrolan renyah yang terjadi di warung kopi sebagai gambaran. Waktu itu, ada seorang mahasiswa yang lagi stres. Si Mbah penjaga warung bertanya "Le.. sampean stres mikir opo toh?" Lalu mahasiswa menjawab "Kulo stres mikir skripsi Mbah, susah banget sinau Matematika". "Matematika kui kan cuma tambah, kurang, ...

ESAI: DEMI SEKOLAH YANG LEBIH MURAH, ORANG KAYA RELA DI CAP MLARAT - Fahmi Bastian

DEMI SEKOLAH YANG LEBIH MURAH, ORANG KAYA RELA DI CAP MLARAT Pendidikan semakin hari kok semakin memprihatinkan. Entah apa karena mahalnya biaya sekolah, atau mungkin karena susahnya diterima di sekolah favorit. Hmmmmhh Orang tua siswa tak malu dengan terang-terangan pergi ke balai desa. Dengan mengendarai mobil keluaran terbaru super klimis, mereka minta SKTM (surat keterangan tidak mampu). Sebagian orang menyebutnya SK (surat kere). Hmmmm Usut punya usut, mereka meminta surat tersebut untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah. Eaaalaahhh.. lah kalau seumpama jadi miskin beneran mau apa? Yang pertama, mungkin kebanyakan orang tua melakukannya agar anaknya mendapat beasiswa tidak mampu. Yang kedua, mungkin agar anaknya yang kalah secara prestasi bisa masuk ke sekolah favorit. Karena setahu saya, sekolah favorit mendapat ketentuan untuk komposisi peserta didik mensyaratkan sekitar 20% peserta didik harus berasal dari keluarga tidak mampu. Apalah daya, sekarang malah disalahka...

TUHAN TAK MUNGKIN KETLISUT

TUHAN TAK MUNGKIN KETLISUT Dinamis memang. Segalanya mengalami perubahan karena pengaruh lingkungan. Masyarakat di gunung, di pesisir, di desa, di kota menjalani gaya hidupnya masing-masing. Mungkin saja, akan terlihat aneh jika ada orang pantai yang mencoba hidup di gunung. Begitu juga sebaliknya. Orang gunung bingung bagaimana susahnya mencari makanan di lautan. Orang pesisir pun bingung susahnya mengolah kebun di gunung. Atmosfer masyarakat tadi berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan salah anggapan sebagian orang. Kenapa salah anggapan, karena tidak tahu ilmunya. Dalam bergerak saja, orang gunung tidak sama dengan orang pantai. Mungkin jika mereka saling mengamati, mereka juga akan saling menyimpulkan bahwa orang-orang itu sangat aneh. Kok ada orang yang kayak gini dan kayak gitu hmmmmhh. Andai kita berposisi sebagai orang yang serba lengkap akan teknologi, pergi ke desa atau ke pedalaman, pasti kita berfikir bahwa orang-orang desa itu dalam masalah, dalam kesusahan, belum maju...

Kala Jauh - Fahmi Bastian

Kala Jauh - Fahmi Bastian Jauh disana hati yang dipuja Jauh disana mata memandang Jauh disana paras yang terbayang Jauh disana mata memandang Jauh disana raga yang dikenal Jauh disana mata memandang Jauh disana anggun nan indah Jauh disana jauh disana Rindu telah datang Menusuk Sukma Rindu telah hadir Sesak di dada Chord nya: Am F Am Dm C G 3x Dm Am Dm C G Am G C E Am 2x

KAPITALISME DI DUNIA PENDIDIKAN

KAPITALISME DI DUNIA PENDIDIKAN Pendidikan itu sebuah proses, sebuah jalan, sebuah cerita. Apa jadinya kalau semua itu dibumbui dengan hal yang berbau uang, bisnis, keuntungan golongan? Hmmmmm.. mungkin rasanya tidak original lagi. Pendidikan memiliki tujuan untuk membentuk manusia yang baik, manusia yang berkembang, dan manusia yang berkemanusiaan. Sebenarnya kemurnian dari pendidikan itulah yang membuat pihak lembaga, pihak masyarakat luar, dan pihak murid berjalan sebagaimana mestinya. Namun ya gimana lagi? Jaman sekarang uang itu segalanya. Pihak lembaga pasti menginginkan sirkulasi keuangan yang menguntungkan. Mereka tidak salah. Saya pun tidak menyalahkan. Toh mereka seperti itu juga untuk kelancaran pendidikan. Meskipun ya ada juga yang untuk kepentingan make up istri. Semua pasti ada ukurannya! Perlu diluruskan terkait tujuan masing-masing pihak itu apa. Guru mendidik muridnya. Siswa belajar. Satpam menjaga keamanan. Tukang sapu membersihkan lingkungan sekolah. Tujuan yan...