Langsung ke konten utama

Postingan

Nyawa dan Nyala Lampu

Negeri yang malang. Orang-orang nya hidup diantara air mata yang tak jernih lagi. Darahnya bisa kapanpun menetes. Tak ada pekerjaan yang menyejahterakan mereka lagi. Hijau dan lebat ladang, sawah serta hutan sekarang menjadi lubang-lubang genangan. Mesin-mesin liar, pembunuh rakyat kecil datang berbondong-bondong merusak tatanan alam. Ini sebuah petaka bagi mayoritas orang. Pembunuhan yang dilakukan sama sekali tidak terlihat kejam. Sama sekali tidak! Ini adalah sebuah cerita tentang penderitaan dibalik eksploitasi alam di negeri yang indah ini. Apakah ini embun pagi yang segar? Bukan! Bukan lagi. Ini adalah asap pabrik yang berbahaya. Paru-paru manusia tak sanggup mengonsumsinya. Orang-orang atas, pemilik saham, investor, dan lainnya bukanlah orang yang merasakan dampak mengerikan dari berjalannya eksploitasi alam. Yang merasakan dampak buruk adalah orang-orang yang tinggal tidak jauh dari pabrik itu. Berton-ton batu bara dieksploitasi hingga rakyat kecil digusur. Saluran ir...

Download Logo MEC (Multimedia of Education Club)

Download Logo MEC (Multimedia of Education Club) - JPG - PNG - CDR Klik Disini  untuk download

Chord Sia-Sia (musikalisasi puisi Chairil Anwar)

Chord Sia-Sia (musikalisasi puisi Chairil Anwar) Intro: Cm B E Cm B E A B E E A E Penghabisan kali itu kau datang A B E Membawaku kembang berkarang E A E Mawar merah dan melati putih A B E Darah dan Suci Bridge: Cm B E Cm B E A B E E A E Kau tebarkan depanku A B E A E B E Serta pandang yang memastikan: untukmu. untukmu Bridge: Cm B E Cm B E A B E A B E Lalu kita sama termangu A B E Saling bertanya: apakah ini? A B E Lalu kita sama termangu A B E Saling bertanya: apakah ini? A E B E Cinta? Cinta? A B E Keduanya tak mengerti A B E A B E Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri A B E A B E Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri A B E  Ah! Hatiku yang tak mau memberi A B E Mampus kau dikoyak-koyak sepi. A B E  Ah! Hatiku yang tak mau memberi A B E Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Kebodohan adalah titik awal

Saya melihat seseorang yang aneh. Bagimu mungkin biasa saja. Ahh.. dia itu kayak gitu memang dari sananya. Dia jadi luar biasa juga sudah rejekinya. Apakah tidak ada pernyataan yang lebih asik untuk jadi alasan untuk pasang telinga. Dia duduk sembari memegang keningnya. Meskipun secangkir kopi didepannya sudah siap diminum, lantas kenapa dia biarkan begitu saja. Ternyata dia berfikir tentang kesulitannya dalam kesehariaanya. Merasa bodoh dalam hidupnya karena beberapa hal tidak mampu diselesaikan dengan baik. Lagi-lagi dia mengelus-elus keningnya. Entah kenapa, waktu itu, angin cukup kencang menampar pipinya. Sampai-sampai otak panasnya perlahan mulai menjadi dingin. Apakah itu saat yang tepat untuk minum kopi? Aku takut kopi ku jadi dingin. Mulailah dia menyeruput kopinya, hmmmm.. tidak seperti yang dia harapkan. Ternyata tidak seenak yang diharapkan. Dia mulai merasa rindu berkumpul dengan teman-temannya di negeri asalnya. Kopi lokal yang katanya mampu men...

Tuhan Maha Stand-by

Sedikit cerita tentang kejadian-kejadian ringan disekelilingku. Dalam narasi ringan ini, aku yakin ada berkas-berkas cahaya ditumpukan sampah kata-kata. Yang membawa kesadaran bahwa Tuhan menyertaimu. Keseharian manusia kadang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan sedikit masalah, ada pula yang hidup penuh masalah. Hmmmm.. hadapi saja semampunya. Ada yang santai menghadapi masalah, biarpun besar masalahnya. Ada yang stres hanya karena ketinggalan nonton live konsernya Blackpink. Heehh.. itu masalah remeh sekali. Awal perasaan yang kacau, apa itu? otakku berkata “itu khawatir”. Berfikir yang tidak-tidak membuatku malas bertindak dan berfikir sehat. Semua rasa yang ku rasakan tidak semuanya kuinginkan. Kenapa demikian, karena otak dan jiwa butuh vitamin untuk merasa apa-apa yang diinginkan. Lagi-lagi itu adalah nafsu. Mulai dari bangun tidur, semua terasa On. Waktunya melakukan rutinitas yang lama-lama membosankan juga. Fikiran juga menampung banyak beban hingga berca...

Dialog dengan Alam: Ocehan untuk makhluk kecil

Dunia punya banyak hal di dalamnya. Perbedaan antar makhluk sangat beragam. Sehingga, saat ku amati, gunung, laut, burung, lalat, apapun itu, mereka punya tirakatnya masing-masing. Sesekali membuat terngangah, ketidaktahuan jadi terjawab, karena dasarnya manusia punya logic yang butuh input yang pas. Makhluk kecil, mugkin ku sering menginjakmu. Tapi itu tidak dalam kesengajaan. Percayalah, kamu akan jadi makhluk yang kuat, hebat, tak terkalahkan. Dia malah diam saja, seolah tidak peduli soal masa nanti. Terus berjalan dan terus beraktifitas seperti tak punya telinga dan tak punya mulut. Kamu suka yang manis-manis, itu pun sama dengan ku. Berjalan kemanapun untuk memberi. Berjatuhan untuk menolong yang lain. Berbaris untuk menyapa kawan-kawanmu. Membawakan bikisan untuk pujaanmu. Kalian terlihat sama. Melihat makhluk-makhluk kecil ini, sangat cerdas! Entah siapa yang membuat sistem manajemen saperti ini. Semuanya begitu rapi, begitu seimbang, begitu akur, dan sejahtera...

Potensi Sukses Mahasiswa ber-IPK Pas-pasan

Kisah Mahasiswa IPK pas-pasan Di dunia perkuliahan, IPK adalah sesuatu krusial. Karena mahasiswa menganggap bahwa IPK adalah cerminan masa depannya. Yahhhh... itu mahasiswa normal. Mungkin sangat berbeda dengan saya yang merupakan mahasiswa yang tidak normal. Bagi saya, IPK bukanlah demikian. Tidak ada hubungan sama masa depan. Kenapa? Soalnya saya sedikit tahu bagaimana penilaian itu dibuat. Saya punya prediksi, bahwa sukses yang sesungguhnya adalah milik mahasiswa yang IPKnya pas-pasan. Dalam artian dia punya hasrat yang tinggi dalam belajar, hasrat yang tinggi untuk terus mengikuti perubahan. Dan punya keberanian untuk memilih passionnya. Jika kalian tau kisah tentang Bill Gates, Mark Zukerberg, dan orang-orang besar lainnya, mereka tidak pernah punya IPK Cumlaude.. bahkan orang-orang itu di DO dari kampusnya. Kalau disekitar saya sih ada juga cerita menarik. Saya punya dosen, dia juga sering bercerita tentang dirinya. Beliau pernah memberitahu IPK nya saat kuli...